2019-02-21

Panen Bersama Mendukung UPSUS Pajale

BPTP PAPUA BARAT
...

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan kasihnya sehingga pada hari Senin tanggal 4 Februari 2019 bertempat di Kampung Handuk para petani bersama pemerintah dapat melangsungkan kegiatan panen bersama. Acara panen ini merupakan kelanjutan dari kegiatan kaji terap padi ladang BPTP Papua Barat. 

Acara yang dikemas sederhana dengan tema” Panen bersama mendukung Upsus Pajale ini dihadiri oleh sekitar 57 orang, terdiri dari tim BPTP PB dipimpin Kepala Balai, Kabid TPH Provinsi Papua Barat, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Manokwari beserta  staf 3 orang, Kepala BPP dari BPP Prafi, Manokwari, Masni dan Warmare, para penyuluh, perwakilan dari kelompok tani serta petani kooperator.

Pada kegiatan kaji terap tersebut diperkenalkan 5 varietas unggul padi landang dari Badan Litbang Pertanian Kementan. Varietas tersebut yaitu Towuti, Inpago 4, inpago 8, inpago 9, dan inpago 11. Secara umum, terjadi peningkatan hasil panen dari varietas - varietas tersebut jika dibandingkan dengan hasil panen saat diujicobakan pada Kebun Percobaan Andai BPTP Papua Barat. Dari hasil perhitungan, didapat bahwa produksi varietas Towuti yaitu 7,52 ton gkp/ha, Inpago 8 yaitu 8,88 ton gkp/ha, Inpago 9 yaitu 5,47 ton gkp/ha, Inpago 11 yaitu 5,44 ton gkp/ha. Sedangkan untuk Inpago 4 belum dilakukan pemanenan.  

Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua Barat, pengembangan padi ladang tahun 2019 untuk Provinsi Papua Barat sebanyak 2000 ha. Luas tersebut tidak termasuk wilayah Kota Sorong dan Kabupaten Pegunungan Arfak. Dengan asumsi kebutuhan benih padi ladang 30 kg/ha, maka untuk memenuhi kebutuhan benih diperlukan persiapan yang sangat besar. Dari data pada Dinas TPH Kabupaten Manokwari, pada tahun 2019 ini diberlukan setidaknya 6 ton benih untuk mencukupi kebutuhan 500 ha lahan yang menjadi target Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu BPTP Papua Barat mendapat banyak apresiasi diantaranya dari Dinas TPH Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari karena telah turut membantu dalam memperkenalkan dan menyediakan benih dari varietas unggul baru padi ladang Balitbangtan Kementan.

Sebagai informasi, selama ini masyarakat lokal Papua Barat membudidayakan padi ladang dengan menggunakan benih varietas lokal (100 malam). Namun karena sudah sangat sering digunakan maka terjadi penurunan produktifitas. Diaharapkan, dengan adanya benih varietas unggul baru tersebut dapat mememenuhi target luas tanam maupun target produksi untuk Provinsi Papua Barat dari padi ladang tersebut.

Sub Sektor : Tanaman Pangan
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan :
http://papuabarat.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/325-panen-bersama-mendukung-upsus-pajale